Jumat, 25 Maret 2011

Indahnya Persahabatan


Tiada sutra sehalus kasih sayang..
Tiada embun sesuci ketulusan hati..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan..
Sahabat bukan
MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..
EKONOMI yang mengharapkan materi..
PPKN yang dituntut oleh undang-undang..
Tetapi
Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa..
Tiada mutiara sebening cinta
 
 
..

(puisi sahabat.blogdetik.com)

Selasa, 21 Desember 2010

bila,,sudah tidak da lagi mengapa hrus di pertahanin,
kekecewaan yg membwt nya rusak..

mungki da bekasnya,,,,
ga bisa hilang begitu saja,,,,,,,,,,
mungkin hrs ada prosesnya,sendiri,,,,,,,,

memang terkadang menyakitkan,,,,,tp


berakhir bahagia,,,,,,,,,

Sabtu, 11 Desember 2010

tgl 11 desember 2010,,teknikal meeting di SMK N 4 jkrta.
w,,,dari pgi dah kesana,,untuk mengikuti teknikal meeting,,,
kebetulan w ikut lomba BAHASA INDONESIA
,,,,
mewakili nama baik sekolah w ma teman w m.yusuf nasai,,,denagn kemampuan yg kita miliki moga kita dapat,,membawa kegembiraan untuk scol dan  untuk orang2 yang w sayang,,,,,




SMK,,,BISA...!!!

Jumat, 10 Desember 2010

BERDEBAR RASA INI

BerDeBaR hti ni SaAt menatap matamu,,,,,,,bErGetar Tubuh berGEtar dEras Darah Ku MEngalIr,,,,,,
SuDh Ku rangKai Kata tuk menYATakannya Tapi di hadapanmU,,,seMua byar tAk menentu,,,,,
TuBuh kElu dan kaku,,,,,Mandang pesonamu,,,,,
GUGUP,,,itulah kata yang pertama keluar saat2 bersamanya ,terkadang hati,,gundah gulana,,,ingin sekali persaan ini di ceritakan ke orang lain tapi tak berani tuk menceritakannya,,,,,,,,,,,

SI MALAKAMA

si malakama,,,bingung memeilih di antara 2,,

kyk di film dhadkan'''''''
si cewe ,,,di jodohkan oleh kedua orang tua nya dangan  orang yang dy sendiri pun belum pernah bertemu,,sedangkan si cwe punya belahan hati,,,,

wow!!!,,kisah yag sangat,,,,mengharukan,,,
walaupun akhirnya si cwe memeilih cwo  pilihan orang tuanya atau pendamping hidupnya.....
tetap jj akhir endingnya bahagia,,,,
kisah cinta yang di balut olej rasa kecewa,sedih,penyesalan ,dan bahagia,,,terkadang dh biasa tuh,,,,

Jumat, 19 November 2010

TEMAN-TEMAN Q...


TEMAN adalah seseorang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanku, bukan seseorang yang membicarakanku di belakang dan membiarkan kejelekkan ku,Teman adalah hadiah dari yang di atas buat kita.

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya
jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang
menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang
biasa saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika
berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam,
saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama.
Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya
sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak
merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya
seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati,
kesombongan,
amarah, dll.

tema2 AP memeberiakan banayak kebahagiaan wlaupun kadang2 memebuat kita kesal dan jengkel,,,
pa lg pad peraktek ,,,
uh,,smuanya mw maen kotor2an,,,
 Persahabatan itu seperti tangan dan mata. Saat tangan terluka, mata menangis. Saat mata menangis, tangan menghapusnya.


Kamis, 07 Oktober 2010

Saudaraku! Pada saat Ramadlan begitu semangat kita beribadah. Shiyam, qiyam, shadaqah, dzikir, doa, tilawah dan berbagai amal kebajikan kita lakukan. Masjid-masjid ramai dengan jama’ahnya. Manisnya iman kita rengguh. Nikmatnya ibadah kita rasakan. Bermunajat dan istighfar di penghujung malam terasa sangat nikmat. Shalat menjadi pembahagia hati. Berpuasa tanpa mengeluh lapar dan dahaga karena ada nikmat yang dirasa. Bershadah tanpa rasa takut fakir. Sampai-sampai mucul angan, “Andaikan saya meninggal di atas kondisi ini.” Inilah Ramadlan yang sudah kita lalui dan berlalu dari kita.



Saudaraku! Namun sayang, belum satu bulan Ramadlan berlalu, amalan-amalan itu terlihat berkurang atau bahkan hilang. Masjid kembali sepi seperti sebelum Ramadlan. Shiyam, qiyam, shadaqah, dan tilawah Al-Qur’an jarang ditemukan. Padahal Rabb yang disembah saat Ramadlan adalah sama dengan Rabb yang disembah di luar Ramadlan, yaitu Allah Ta’ala. Dia senantiasa hidup, mengurus, dan mengawasi hamba-hamba-Nya. Dia tetap ada dengan segenap asma’ dan sifat-Nya yang Mahaindah dan Mahamulia, baik di dalam Ramaldan maupun di luar Ramadlan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99)
Beginilah seharusnya seorang hamba dalam beribadah. Kontinyu dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. Teguh di atas syariat-Nya. Istiqamah di atas ajaran agama-Nya. Tidak surut dengan pergantian waktu dan perubahan keadaan. Dia tidak beribadah kepada Allah di suatu bulan lalu tidak pada bulan yang lain, di satu tempat lalu tidak pada tempat yang lain. Tidak, seribu kali tidak demikian. Hamba Allah yang shalih paham bahwa Tuhannya pada Ramadlan adalah Tuhannya pada bulan selainnya. Dialah pemilik seluruh waktu dan tempat. Karenanya dia akan istiqamah di atas syariat-Nya sehingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan diridlai. Allah Ta’ala berfirman,
 فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas.” (QS. Huud: 112)
فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ
“Maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.” (QS. Fushshilat: 6)
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
قُلْ : آمَنْتُ باللهِ ، ثمَّ استقِمْ
“Katakanlah: ‘Aku beriman kepada Allah,’ lalu beristiqamahlah.” (HR. Muslim)
Saudaraku! Memang Ramadlan adalah bulan yang istimewa. Allah mengistimewakannya dengan dilipatgandakan pahala, tidak seperti bulan lainnya. Karennaya, kami tidak memaksa untuk kita menjadi orang yang sama kesungguhannya saat Ramadlan dan di luar Ramadlan. Tapi kami mengajak agar kita tidak berhenti dari  beramal shalih. Mari kita tetap puasa (sunnah), shalat malam, shadaqah walau jumlah tidak sebanyak saat Ramadlan, agar iman kita tetap kuat dan tidak melemah. Janganlah kita menjadi seperti wanita yang telah memintal kuat benangnya di satu hari, lalu dia uraikan kembali pada malam harinya.
Saudaraku! Setelah berpuasa fardlu Ramadlan, masih ada puasa-puasa sunnah yang bisa kita jaga untuk menguatkan iman, seperti: enam hari dari bulan Syawal, Puasa Senin dan Kamis, Puasa Ayyamul Bidh (Tanggal 13, 14, 15 dari bulan Qamariah), puasa Asyura, Puasa Arafah dan puasa-puasa lainnya.
Setelah habis masa qiyam Ramadlan (shalat tarawih), maka qiyamullail setiap malam tetap disyariatkan. Allah menyifati orang-orang bertakwa yang menjadi penghuni surga,
كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
 “Dahulu mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.” (QS. Al-Dzariyaat: 17) Mereka itu yang telah banyak berbuat baik, pada malam harinya sedikti tidur. Waktu malamnya lebih banyak dihabiskan untuk bermunajat kepada kepada Allah dalam bentuk shalat, tilawah, dzikir, doa, dan merendah diri kepada-Nya.
Jika shadaqah di bulan Ramadlan yang diakhiri dengan zakat fitrah sudah berlalu, bukan berarti ibadah harta selesai. Di sana masih ada zakat wajib. Pintu-pintu untuk shadaqah dan infak fi sabilillah masih banyak terbuka.
Qira’atul Qur’an dan mentadabburinya tidak hanya berlaku khusus di bulan Ramadlan, tapi dianjurkan dilaksanakan setiap waktu.
Qira’atul Qur’an dan mentadabburinya tidak hanya berlaku khusus di bulan Ramadlan, tapi dianjurkan dilaksanakan setiap waktu.
Saudaraku! Amal-amal shalih diperintahkan setiap waktu dan di setiap tempat. Bersungguh-sungguhlah -wahai saudaraku- dalam melaksanakan ketaatan! Jangan malas dan futur (berhenti dari amal ketaatan). Jika engkau mengurangi kadar amal sunnahmu, jangan sampai engkau meninggalkan amal wajibmu, seperti shalat lima waktu denga berjama’ah dan lainnya.
Saudaraku! Jangan terjang perkara-perkara haram dan dosa. Sesungguhnya perkara haram akan membawa kepada keharaman lainnya. Perbuatan dosa akan menarik kepada dosa selanjutnya. Jangan sengaja menyimpang, sesungguhnya sebab tersesatnya Bani Israil karena kesengajaan mereka menyimpang dari aturan Tuhan.
Jangan sengaja menyimpang, sesungguhnya sebab tersesatnya Bani Israil karena kesengajaan mereka menyimpang dari aturan Tuhan.
Teruslah istiqamah dan teguh di atas ajaran Islam, di mana saja dan kapan saja. Sesungguhnya kita tidak tahu kapan malaikat maut datang menjemput kita, karenanya berhati-hatilah jangan sampai dia datang sementara kita dalam keadaan bermaksiat.
Semoga Allah senantiasa membimbing kita di atas jalan-Nya yang lurus. Menunjukkan kebenaran sebagai kebenaran dan menganugrahkan kekuatan kepada ktia untuk mengikutinya. Dan semoga Dia menunjukkan bahwa kebatilan adalah kebatilan dan menguatkan kita untuk menjauhinya. Teruslah berharap dan bergantung kepada Allah, jangan pernah putus dan menjauh dari-Nya.
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ
“Ya Allah, Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu!.” (PurWD/voa-islam.com)